Bung, Aku Rindu

Detak waktu melambat
Mengurai bisingnya kota yang kau coba lahap
Anganmu membawamu pergi tanpa hambat
Sementara aku, tertahan oleh banyak sebab.

Dari kejauhan kau panggil aku
Mengingati semua memori masa lalu
“Aku akan segera pulang,” katamu
Kepulangan yang tak mengantarmu kepadaku.

Bung, masihkah Allah memberi kita waktu untuk bertukar cerita?
Tentang keringat lelarian kita keliling desa?
Atau tentang luka lebam yang kita dapat saat jatuh bersama?

Tidak Bung. Ini sudah waktunya.
Ribuan doa untukmu karib
Semoga Allah melapangkan yang sempit
Menyejukkan jika kau kepanasan
Dan menempatkanmu di sebaik-baik tempat di sisiNya.

Salam rindu
Dari aku, yang mengenangmu.

Iklan

7 tanggapan untuk “Bung, Aku Rindu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s