Sebelum Aku Pulang, Kepadamu, atau Kepada-Nya

Suara jangkrik dan desau angin malam itu mengalahkan ucapanku, “Sayang, besok pagi aku akan berangkat ke medan perang.”
Kau terlihat biasa saja, malah semakin cantik kulihat.
Terpaan cahaya petromaks yang hampir kehabisan minyak membuat wajahmu yang memang jernih jadi semakin terang, di mataku, di ingatanku.

Apa cantikmu ini masih akan aku nikmati?
Aku tidak meragukan kesetiaanmu,
Aku juga tidak pernah takut kalau kematian lebih mencintaiku.

Tidurlah!
Rebahkan kepalamu di bahuku.
Nanti, kubisiki lagi kalimat yang sama ke telinga mungilmu.
Mengelus lembut pipimu, menata rambut yang jatuh di keningmu.
Semoga menebalkan keyakinanku, bahwa aku akan pulang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s