Yang Diam-Diam Kamu Senangi adalah Aku

Aku ingin menjadi sepi, yang bersamanya kamu bersenang-senang.
Aku pilih menjadi sunyi, yang kerap kamu pagut saat hatimu kalut.
Biar aku menjadi kelam, tempat tangismu dalam menyelam.
Aku tahu akan sulit.
Aku tahu akan rumit.
Di sinilah aku,
Tidak menjadi bunga,
Tidak menjadi lentera,
Bukan bulan purnama.

Pilihlah aku sebagai kalimat:
“kamu bagiku tidak akan ada tempat.”

Dan aku pilih kamu sebagai diksi:
“lindap dan remang berpadu menjadi aku, yang sayup tak sanggup sampai ke kamu, dan menjadi gelap tempatmu berharap.”

Padang, 12 Mei 2019

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s