Sepadan

Sekumpulan awan mencari kawan Menghimpun tetes yang siap dijatuhkan Dan ... Segelas embun yang tertampung di lekuk senyummu Menerangkan padaku: "Terlalu lama kau di sini, tempat yang kerapkali kau ziarahi. Pada masa lalu tak seharusnya kau begitu. Tinggalkan! Atau kau akan tertinggal bersamanya, dalam kegilaan." Kau memelukku, tak erat Namun melupakan aku cara untuk lupa… Lanjutkan membaca Sepadan

Tidak Semua Sakit akan Menjadi Luka, pun Sebaliknya. Ada yang Berlalu Begitu Saja, Ada Pula yang Mengendap Lama.

Musim hujan telah beranjak ke kotaku, mungkin juga kotamu Sudah lama sekali jalanan kotamu tidak kutapaki, sudah lupa aku akan rautnya, tapi tidak dengan anggunmu Tepat sejak saat awan-awan turun sebagai gerimis yang menghujam jatuh di kepalaku, tidak sakit, hanya membalut gigil ke tubuhku Sedari saat itu, kedinginan ini kian membeku, semakin dalam ia tuju.… Lanjutkan membaca Tidak Semua Sakit akan Menjadi Luka, pun Sebaliknya. Ada yang Berlalu Begitu Saja, Ada Pula yang Mengendap Lama.

Lepas, …

Padang, 20 Juni 2018 Kamu membelakangiku Angan merantaimu Kamu dijerat haru Melepasku. Aku pergi menjauh Kuputuskan berlayar tanpa ingin untuk berlabuh Meski nanti suatu tempat memintaku membuang sauh Aku telah kekal, rapuh namun tak jatuh. Aku mencoba berlayar sendiri Dengan tiang-tiang layar tinggi Bukan agar aku bisa lari Meninggalkan semua kenangan denganmu, kekasih hati. Aku… Lanjutkan membaca Lepas, …

Mencumbui Masa Lalu

Seperti ingin kutelanjangi waktu Mencari di sela kepitan kulit dengan kulitnya yang lain Masih tersisakah masa lalu di sana? Jika ada, aku ingin menghirup baunya Masih sama, atau telah berganti aroma. Setelah itu, Aku ingin membelai ingatannya tentang kehangatan Saat selimutku dan selimutnya hanya satu, untuk kemudian ditanggalkan Sudah sedingin apa dia sekarang Sampai-sampai dia… Lanjutkan membaca Mencumbui Masa Lalu

01.30

Padang, 3 Juni 2018 Bolehkah aku di sini sebentar? Menemani sepi malam yang kamu kuak dengan berani. Keberanian yang ikut menguatkan aku dari ilusi menyebalkan ini. Menyebalkan bagimu. Tidak apa kan, kalau aku masih di sini? Ikut mengecap lembutnya dingin malam, setelah tengah malam. Seperti kamu yang ikut menikmati cerita keseharianku yang tidak berbobot sama… Lanjutkan membaca 01.30

Matamu, Pancarkan Keinginan yang Ingin Aku Tulis

Aku terjebak di lorong matamu,Yang beningnya membutakan mataku untuk tidak temukan jalan keluar.Aku betah berlama-lama di sana,Yang sejuknya tatapmu menyemai inginku tumbuh sedemikian rupa.Aku tertidur di matamu,Yang teduhnya telah taklukkan liarnya kekanak-kanakan yang terbelenggu di tubuhku.Aku bermimpi di tidurku,Matamu menatap mataku, menangis haru, memelukku. Dari matamu, aku lihat.Ada kalimat yang tidak kamu ucap,Agar aku senantiasa… Lanjutkan membaca Matamu, Pancarkan Keinginan yang Ingin Aku Tulis

Kebahagiaanku, Bagimu

Bagiku, memaknai apa-apa yang berkaitan denganmu adalah kebahagiaan. Apa saja, tanpa terkecuali. Kebahagiaan itu sesekali mengair mata, dari matamu, untuk rindumu padanya. Aku tahu betul kebahagiaan itu tampak dari lengkung senyummu setiap kali mengenang. Lalu bening matamu meneteskan beningnya air mata. Dan kamu tak tahu, air mataku kutelan, menitik ke dalam. Berkali kucoba memalingkan tatapan… Lanjutkan membaca Kebahagiaanku, Bagimu