Cerita Kosong yang Sengaja Dikosongkan untuk Mengisi Kekosongan

Seperti apa bahagia? Adakah seperti mentari yang absah datang di tiap pagi? Atau umpama pelangi yang hanya terlihat dari satu sisi? Pagi ini, tanganku gemetaran. Mataku yang tak membawa kantuk, berkunang. Jeli membaca ulang baris demi baris paragraf yang cukup lama sengaja kukosongkan. Entah untuk apa. Aku menghabiskan waktu membaca kekosongan, Sayang. Menunggu terisi dengan… Lanjutkan membaca Cerita Kosong yang Sengaja Dikosongkan untuk Mengisi Kekosongan

Iklan

Lama …

Kau kembali setelah aku akan pergi. Terlalu lama kau menemukan jalan kembali ke sini. Sementara aku, tidak merasa apa-apa saat sendiri menanti. Tidak lagi, kini.

Bung, Aku Rindu

Detak waktu melambatMengurai bisingnya kota yang kau coba lahapAnganmu membawamu pergi tanpa hambatSementara aku, tertahan oleh banyak sebab. Dari kejauhan kau panggil akuMengingati semua memori masa lalu"Aku akan segera pulang," katamuKepulangan yang tak mengantarmu kepadaku. Bung, masihkah Allah memberi kita waktu untuk bertukar cerita?Tentang keringat lelarian kita keliling desa?Atau tentang luka lebam yang kita dapat… Lanjutkan membaca Bung, Aku Rindu

Sebelum Aku Pulang, Kepadamu, atau Kepada-Nya

Suara jangkrik dan desau angin malam itu mengalahkan ucapanku, "Sayang, besok pagi aku akan berangkat ke medan perang." Kau terlihat biasa saja, malah semakin cantik kulihat. Terpaan cahaya petromaks yang hampir kehabisan minyak membuat wajahmu yang memang jernih jadi semakin terang, di mataku, di ingatanku. Apa cantikmu ini masih akan aku nikmati? Aku tidak meragukan… Lanjutkan membaca Sebelum Aku Pulang, Kepadamu, atau Kepada-Nya

Semoga Aku dalam Semoga-mu

Padang, 01 Januari 2019 Tiada kantuk malam ini, meski letih menggerayangi. Kamu, asaku, juangku, kuhimpun di sepiku sendiri. Kususun dalam bingkai yang tak bisa kuandai-andai. Tidak pula ingin kuperindah dengan bermacam diksi. Kucukupi ... Kupendam ia di sedalam-dalam tempat yang tak akan tergali; di hati, Kulambungkan ia ke setinggi-tingginya tempat yang tak mungkin akan terdaki.… Lanjutkan membaca Semoga Aku dalam Semoga-mu

Sebuah Catatan Sebelum Melepaskan

Padang,Seusai lembur. Aku mengenap di sepi pekat,Rembulan turun menemaniku, dan merayu;"Sebentar lagi, jangan berhenti.Asamu tiada sia-sia, yang 'akan' tetap akan, meski bimbang membuatnya enggan.Jangan takut, kembalikan semua pada tempat seharusnya." Aku menekur di sela matamu,Setitik rasa berlalu jatuh, berbisik;"Kamu berdiri di bayang tasyaum,Pelecut, hingga tidak lagi memperakukan apa-apa yang belum.Kau akan belajar setelahnya,Dan meletakkan sesuatu… Lanjutkan membaca Sebuah Catatan Sebelum Melepaskan

Teruslah Membaik

"Bagaimana caranya?" tanyaku "Insyaallah, akan ada jalan. Apa kamu sudah siap dengan semua resikonya nanti?" Dia balik bertanya. Aku terdiam, mengulang-ulang pikir, menimbang maksud kalimat, ke mana arah kalimatnya. Aku paham. Seketika tegas kujawab, "ya, Insya Allah aku sudah siap." "Kalau begitu, semoga Allah mudahkan," balasnya. Percakapan saja bagiku tidak serta-merta melegakan. Bagiku, menumpahkannya sebagai… Lanjutkan membaca Teruslah Membaik

Sepotong Surat Untuk Teman yang Sedang Kasmaran

Sore itu kali pertama kita bertemu, berdegup di dadaku Kita tidak bertukar suara, juga tidak beradu tatap Kita tidak saling kenal. Bolehkah berkenalan? Pertemuan demi pertemuan, aku jauhkan pandangan Kau pun sama, cuma bicara seperlunya Tidak pernah bertatapan, tidak juga saling lempar senyuman Namun di pikiran, kerap menanyakan, pantaskah? Bagaimana denganmu? Samakah? Aku ingat sekali,… Lanjutkan membaca Sepotong Surat Untuk Teman yang Sedang Kasmaran