Aku Hanya Ingin

Aku hanya ingin pergi, sebentar, atau untuk tidak kembali. Aku hanya ingin berlari, tanpa dikejar, atau hendak mengejar. Aku hanya ingin berbalik mundur, untuk pelan tapi pasti mendaki lebih tinggi. Aku hanya ingin ketidak-inginanku hilang seketika, tidak lagi menahanku agar tak ingin. Aku hanya ingin tidur, bermimpi, atau untuk melupakan mimpi. Dan padamu keinginan, aku… Lanjutkan membaca Aku Hanya Ingin

Iklan

Senja dan Kemeja Tua (Part …)

... "Berpuluh tahun telah, Senja. Ini pertemuan pertama kita kembali bertatap muka, sengaja atau tanpa Tuhan mengizinkan kita lagi 'tuk bertegur sapa. Semoga kamu selalu dan senantiasa baik, lebih baik, terus dibersamai kebaikan, selalu kudoakan. Aku terlalu banyak bicara ya? Maaf Senja, aku hanya ingin minta maaf." Senja membuang muka, tidak ingin matanya yang basah… Lanjutkan membaca Senja dan Kemeja Tua (Part …)

Yang Diam-Diam Kamu Senangi adalah Aku

Aku ingin menjadi sepi, yang bersamanya kamu bersenang-senang. Aku pilih menjadi sunyi, yang kerap kamu pagut saat hatimu kalut. Biar aku menjadi kelam, tempat tangismu dalam menyelam. Aku tahu akan sulit. Aku tahu akan rumit. Di sinilah aku, Tidak menjadi bunga, Tidak menjadi lentera, Bukan bulan purnama. Pilihlah aku sebagai kalimat: "kamu bagiku tidak akan… Lanjutkan membaca Yang Diam-Diam Kamu Senangi adalah Aku

Cerita Kosong yang Sengaja Dikosongkan untuk Mengisi Kekosongan

Seperti apa bahagia? Adakah seperti mentari yang absah datang di tiap pagi? Atau umpama pelangi yang hanya terlihat dari satu sisi? Pagi ini, tanganku gemetaran. Mataku yang tak membawa kantuk, berkunang. Jeli membaca ulang baris demi baris paragraf yang cukup lama sengaja kukosongkan. Entah untuk apa. Aku menghabiskan waktu membaca kekosongan, Sayang. Menunggu terisi dengan… Lanjutkan membaca Cerita Kosong yang Sengaja Dikosongkan untuk Mengisi Kekosongan

Bung, Aku Rindu

Detak waktu melambatMengurai bisingnya kota yang kau coba lahapAnganmu membawamu pergi tanpa hambatSementara aku, tertahan oleh banyak sebab. Dari kejauhan kau panggil akuMengingati semua memori masa lalu"Aku akan segera pulang," katamuKepulangan yang tak mengantarmu kepadaku. Bung, masihkah Allah memberi kita waktu untuk bertukar cerita?Tentang keringat lelarian kita keliling desa?Atau tentang luka lebam yang kita dapat… Lanjutkan membaca Bung, Aku Rindu

Sebelum Aku Pulang, Kepadamu, atau Kepada-Nya

Suara jangkrik dan desau angin malam itu mengalahkan ucapanku, "Sayang, besok pagi aku akan berangkat ke medan perang." Kau terlihat biasa saja, malah semakin cantik kulihat. Terpaan cahaya petromaks yang hampir kehabisan minyak membuat wajahmu yang memang jernih jadi semakin terang, di mataku, di ingatanku. Apa cantikmu ini masih akan aku nikmati? Aku tidak meragukan… Lanjutkan membaca Sebelum Aku Pulang, Kepadamu, atau Kepada-Nya

Semoga Aku dalam Semoga-mu

Padang, 01 Januari 2019 Tiada kantuk malam ini, meski letih menggerayangi. Kamu, asaku, juangku, kuhimpun di sepiku sendiri. Kususun dalam bingkai yang tak bisa kuandai-andai. Tidak pula ingin kuperindah dengan bermacam diksi. Kucukupi ... Kupendam ia di sedalam-dalam tempat yang tak akan tergali; di hati, Kulambungkan ia ke setinggi-tingginya tempat yang tak mungkin akan terdaki.… Lanjutkan membaca Semoga Aku dalam Semoga-mu

Sebuah Catatan Sebelum Melepaskan

Padang,Seusai lembur. Aku mengenap di sepi pekat,Rembulan turun menemaniku, dan merayu;"Sebentar lagi, jangan berhenti.Asamu tiada sia-sia, yang 'akan' tetap akan, meski bimbang membuatnya enggan.Jangan takut, kembalikan semua pada tempat seharusnya." Aku menekur di sela matamu,Setitik rasa berlalu jatuh, berbisik;"Kamu berdiri di bayang tasyaum,Pelecut, hingga tidak lagi memperakukan apa-apa yang belum.Kau akan belajar setelahnya,Dan meletakkan sesuatu… Lanjutkan membaca Sebuah Catatan Sebelum Melepaskan

Teruslah Membaik

"Bagaimana caranya?" tanyaku "Insyaallah, akan ada jalan. Apa kamu sudah siap dengan semua resikonya nanti?" Dia balik bertanya. Aku terdiam, mengulang-ulang pikir, menimbang maksud kalimat, ke mana arah kalimatnya. Aku paham. Seketika tegas kujawab, "ya, Insya Allah aku sudah siap." "Kalau begitu, semoga Allah mudahkan," balasnya. Percakapan saja bagiku tidak serta-merta melegakan. Bagiku, menumpahkannya sebagai… Lanjutkan membaca Teruslah Membaik