Aduhai

Menggempita namamu di kepalaku, Da. Entah apa yang berita akan ceritakan. Aku menutup muka; malu. Yang kutahan tidak lagi tertahan. Aku melihatmu melintas, Da. Tapi ada banyak batas, perintangnya di depan mata. Kau tentu melihatnya juga. Bertahanlah, Da. Sekuat kamu bisa.

Iklan

Na, Terima Kasih Telah Membuatku Bahagia

Na, Bagiku tidak ada yang lebih baik daripada banyak bicara kepadamu. Aku terlihat dingin, pun sebaliknya kamu. Dan itu lebih dari cukup untuk menggemukkan ingatan tentangmu. Na, Seusiamu, tidak banyak yang sepertimu. Juga tidak banyak yang tidak akan sepertimu. Aku tahu, karena itu kupilih tidak melihatmu hilang saat pulang. Aku tahu, maka kujaga selalu langkahku… Lanjutkan membaca Na, Terima Kasih Telah Membuatku Bahagia

Aku Hanya Ingin

Aku hanya ingin pergi, sebentar, atau untuk tidak kembali. Aku hanya ingin berlari, tanpa dikejar, atau hendak mengejar. Aku hanya ingin berbalik mundur, untuk pelan tapi pasti mendaki lebih tinggi. Aku hanya ingin ketidak-inginanku hilang seketika, tidak lagi menahanku agar tak ingin. Aku hanya ingin tidur, bermimpi, atau untuk melupakan mimpi. Dan padamu keinginan, aku… Lanjutkan membaca Aku Hanya Ingin

Senja dan Kemeja Tua (Part …)

... "Berpuluh tahun telah, Senja. Ini pertemuan pertama kita kembali bertatap muka, sengaja atau tanpa Tuhan mengizinkan kita lagi 'tuk bertegur sapa. Semoga kamu selalu dan senantiasa baik, lebih baik, terus dibersamai kebaikan, selalu kudoakan. Aku terlalu banyak bicara ya? Maaf Senja, aku hanya ingin minta maaf." Senja membuang muka, tidak ingin matanya yang basah… Lanjutkan membaca Senja dan Kemeja Tua (Part …)

Cerita Kosong yang Sengaja Dikosongkan untuk Mengisi Kekosongan

Seperti apa bahagia? Adakah seperti mentari yang absah datang di tiap pagi? Atau umpama pelangi yang hanya terlihat dari satu sisi? Pagi ini, tanganku gemetaran. Mataku yang tak membawa kantuk, berkunang. Jeli membaca ulang baris demi baris paragraf yang cukup lama sengaja kukosongkan. Entah untuk apa. Aku menghabiskan waktu membaca kekosongan, Sayang. Menunggu terisi dengan… Lanjutkan membaca Cerita Kosong yang Sengaja Dikosongkan untuk Mengisi Kekosongan

Bung, Aku Rindu

Detak waktu melambatMengurai bisingnya kota yang kau coba lahapAnganmu membawamu pergi tanpa hambatSementara aku, tertahan oleh banyak sebab. Dari kejauhan kau panggil akuMengingati semua memori masa lalu"Aku akan segera pulang," katamuKepulangan yang tak mengantarmu kepadaku. Bung, masihkah Allah memberi kita waktu untuk bertukar cerita?Tentang keringat lelarian kita keliling desa?Atau tentang luka lebam yang kita dapat… Lanjutkan membaca Bung, Aku Rindu

Sebelum Aku Pulang, Kepadamu, atau Kepada-Nya

Suara jangkrik dan desau angin malam itu mengalahkan ucapanku, "Sayang, besok pagi aku akan berangkat ke medan perang." Kau terlihat biasa saja, malah semakin cantik kulihat. Terpaan cahaya petromaks yang hampir kehabisan minyak membuat wajahmu yang memang jernih jadi semakin terang, di mataku, di ingatanku. Apa cantikmu ini masih akan aku nikmati? Aku tidak meragukan… Lanjutkan membaca Sebelum Aku Pulang, Kepadamu, atau Kepada-Nya

Semoga Aku dalam Semoga-mu

Padang, 01 Januari 2019 Tiada kantuk malam ini, meski letih menggerayangi. Kamu, asaku, juangku, kuhimpun di sepiku sendiri. Kususun dalam bingkai yang tak bisa kuandai-andai. Tidak pula ingin kuperindah dengan bermacam diksi. Kucukupi ... Kupendam ia di sedalam-dalam tempat yang tak akan tergali; di hati, Kulambungkan ia ke setinggi-tingginya tempat yang tak mungkin akan terdaki.… Lanjutkan membaca Semoga Aku dalam Semoga-mu